Kamis, 28 Mei 2026

Sambil Ngopi Pagi Bareng, Camat Peukan Baro dengan TAPM Kab.Pidie Bahas Dana Desa 2026 dan Penguatan SIGAP Gampong

 

Peukan Baro – Suasana santai sambil menikmati kopi pagi dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran terkait pembangunan gampong dan penguatan tata kelola pemerintahan desa di Kecamatan Peukan Baro.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi, tampak berbincang hangat bersama Tenaga Ahli (TA) P3MD Kabupaten Pidie, Fakhrurrazi dan Helmi selaku Korkab dan TAPM Kab. Pidie. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis dibahas, mulai dari arah penggunaan Dana Desa Tahun 2026, penguatan Sistem Informasi Gampong (SIGAP), hingga pengisian dan pengembangan data kelembagaan serta potensi BUMDes/BUMG di setiap gampong.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi mengatakan bahwa SIGAP Gampong harus menjadi fokus utama dalam mendukung tata kelola pemerintahan gampong yang lebih baik dan berbasis data.

“SIGAP Gampong harus menjadi fokus utama seluruh gampong di Kecamatan Peukan Baro. Data yang lengkap dan valid akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, termasuk mendukung pengembangan BUMDes agar lebih maju dan produktif,” ujar Iswadi, S.Hi.

Sementara itu, TAPM Kabupaten Pidie, Helmi, menegaskan pentingnya kesiapan aparatur gampong dalam menghadapi kebijakan Dana Desa Tahun 2026 yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas.

“Penguatan kapasitas aparatur gampong sangat penting, terutama dalam pengelolaan data, administrasi, dan pengembangan

BUMDes. Dengan data yang baik melalui SIGAP, maka arah pembangunan gampong akan lebih terukur dan berkelanjutan,” kata Helmi.

Di sisi lain Korkab Pidie, Ust. Fakhrurazi berharap agar pembangunan gampong tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan pembangunan sumber daya manusia dan kebersamaan masyarakat.

“Kemajuan gampong harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. Selain pembangunan fisik dan ekonomi melalui BUMDes, pembinaan masyarakat dan nilai-nilai kebersamaan juga harus terus diperkuat,” ungkap Ust. Fakhrurazi.

Diskusi santai tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, serta tokoh masyarakat dalam mendukung kemajuan gampong di Kecamatan Peukan Baro.

 

Senin, 11 Mei 2026

Analisa Pengembangan BUMDesa

Sigli (11/05/2026) - Kegiatan Analisa Pengembangan BUMDesa yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie dengan tema “Bangkitkan Ekonomi Gampong Bersama BUMDesa melalui Analisa Pengembangan Usaha BUMDesa”. Acara ini diikuti oleh 100 pengurus BUMDesa terpilih dari seluruh Kabupaten Pidie dengan pelaksanaannya dibagi dalam 2 (dua) hari dengan masing-masing diikuti 50 peserta. Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pidie, Dr. Drs. H. Nadhar Putra, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus BUMDesa agar mampu mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menggali potensi usaha yang produktif, serta mampu mengembangkan jenis usaha yang dibutuhkan pasar, salah satunya kebutuhan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini dipandu oleh moderator Fakrurrazi selaku  Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kab. Pidie, dengan menghadirkan dua pemateri utama yaitu : materi pertama mengenai dasar-dasar keuangan dan regulasi BUMDesa disampaikan oleh Dr. Drs. H. Nadhar Putra, M.Si. Sedangkan materi kedua bertajuk “Mengenal BUMDesa: dari Dana Desa jadi Penghasilan Desa” dipaparkan oleh Dr. Hilmi, S.E., M.M., CBA., CTAM, dosen Pascasarjana Politeknik Lhokseumawe. Kemudian acara di akhiri dengan tanya jawab dengan peserta. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap BUMDesa mampu menjadi motor penggerak ekonomi gampong, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

Pada sesi berikutnya lanjutan materi tambahan dari Perpajakan dengan topik  bahasan yaitu Aspek Perpajakan Bumdes/BUMG, pada kesempatan ini juga disampaikan tentang regulasi-rugulasi yang mengatur perpajakan Bumdes serta paparan progress Bumdes di Kabupaten Pidie yang sudah melakukan pelaporan pajak tahunan lembaganya. Kemudian paparan dari Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Pidie (Mustafa Kamal, M.Pd), beliau menjelaskan potensi dan peluang usaha yang dapat dikerjasamakan antara SPPG dengan Bumdes dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pada sesi akhir paparan dari Project Management Organizer (PMO) Kopdes MP Kab. Pidie (Darmawan) dengan paparan terkait regulasi yang berhubungan dengan Kopdes MP serta metode kolaborasi antara Bumdes, MBG dan Kopdes MP dalam melakukan pengembangan usaha dengan konsep tidak mematikan unit usaha satu sama lainnya. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Rekomendasi dari seluruh rangkaian acara ini adalah:

(1). Diperlukan kolaborasi antara Bumdes, Kopdes MP dan MBG dalam melakukan pengembangan usaha serta tidak tumpang tindihnya unit usaha yang dilakukan oleh masing-masing Lembaga

(2). Penguatan regulasi oleh Pemerintah Daerah Kab. Pidie untuk pengembangan usaha Bumdes serta dukungan pendanaan jika diperlukan.

(3). Adanya MoU antara Bumdes, Kopdes MP, SPPG (MBG) serta Lembaga-lembaga yang konsens terhadap pengembangan ekonomi lokal desa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Bupati Pidie Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dalam Rakor Bersama Mendagri

  BANDA ACEH – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascab...