SIGLI - Bupati Pidie, Sarjani
Abdullah menambah Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2026 sekitar
Rp3,8 miliar lebih, bersumber dari APBK.
Sementara dana desa (DD) tahun 2026 Kabupaten Pidie mencapai
Rp184.750.293.000, untuk 730 gampong.
"Bupati telah menambahkan Dana Alokasi Gampong (ADG) Rp 5 juta lebih per
gambong di Pidie,"
kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Wahidin,
SSTP, MSi Kamis Ia menyebutkan, penambahan ADG itu difokuskan untuk penanganan
sampah di 730 gampong di Pidie.
Pemkab Pidie
menginginkan semua gampong harus bersih dari sampah.Untuk itu, dengan adanya tambahan dana tersebut, aparatur gampong bersama warganya harus mengelola sampah dengan baik.
Jika gampong bersih, masyarakat pun akan terhidar dari penyakit.
“Jadi tidak ada alasan lagi jika gampong tidak bersih, sebab anggaran telah dialokasikan untuk menjaga lingkungan bersih," jelasnya.
Selain itu, kata Wahidin, dana tambahan tersebut untuk membayar BPJS Kesehatan.
Sebab, mulai keuchik, sekdes, hingga perangkat gampong didaftarkan di BPJS Kesehatan untuk mengikuti program nasional.
"Kalau sebelumnya tidak ada dana bagi keuchik, membayar BPJS Kesehatan,” terang Wahidin.
“Dengan dibayar BPJS Kesehatan, pelayanan pemerintah gampong terhadap masyarakat akan lebih maksimal," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk BPJS Ketenagakerjaan telah dibayar menggunakan APBG.
“Namun, untuk BPJS Kesehatan belum semua aparatur gampong dibayar, maka saat ini telah tertanggulangi dengan penambahan APBK untuk ADG sekitar Rp 5 juta lebih,” urai dia.
"Jadi fokus dana yang ditambah itu untuk dua kegiatan. Jika memang lebih, bisa digunakan untuk kegiatan lain dalam pelayanan terhadap masyarakat," pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar